Jumat, 21 Juni 2013


Nama Kelompok
Ketua :Ndaru mardi p              (11.1.00042)
Ryan Asnan S                            (11.1.00043)
Lingga Ian Pratama                  (10.1.00015)
chindy Warnanda l                   (11.1.00032)
Damarika                                   (11.1.00006)
                       MANAJEMEN INFORMATIKA

SISTEM PAGING
  1. DEFINISI SISTEM PAGING
Sistem Paging Adalah sistem manajemen pada sistem operasi dalam mengatur program yang sedang berjalan. Program yang dijalankan harus dimuat di emeori utama. Masalah muncul ketika program lebih besar dibanding di memori utama yang tersedia. Terdapat dua solusi masalah ini,yaitu :
2.      Overlay
Overlay adalah program dipecah menjadi bagian-bagian yang dapat dimuat di memori. Overlay yang belum diperlukan (tidak sedang dieksekusi) disimpan di disk, overlay ini dimuatkan ke memori begitu diperlukan (kode overlay akan dieksekusi).
3.      Memori Maya (Virtual Memory)
Memori maya adalah kemampuan mengalamati ruang memori melebihi memori utama yang tersedia. Memori maya dapat dilakukan pada sistem multiprogramming.
 A.HAL-HAL YANG BERKAITAN DENGAN SISTEM PAGING
Istilah-istilah pada Sistem Paging :
  1. Alamat Maya (Virtula Address)
Adalah alamat yang dihasilkan perhitungan menggunakan index register, base register,segment regoster dan sebagainya.
2.      Alamat nyata (real Address)
Alamat maya adalah alamat utama di memori fisik.
3.      Page
Page adalah unnit terkecil virtula address space.
4.      Page frame
Page frame adalah unit terkecil memori fiisk. Memori fisik secara konseptual dibagi menjadi sejumlah unit berukuran tetap disebut page frame. Page frame sering juga disingkat frame.
5.      Page fault
Page fault adalah exception untuk permintaan alokasi page ke memori. Dalam konteks memori maya, page fault sering juga disingkat fault.
B.MMU (Memory Management Unit)
MMU berfungsi :
  • Pemetaan memori maya ke memori fisik
  • Bila alamat memori yang diminta tidak tersedia di memori fisik, MMU menerbitkan exception adanya page fault yang melewatkan ke sistem operasi untuk menanganinya.
Untuk menginplementasikan addres maya yang besar ke dalam memori yang kecil diperlukan index register, base register, segment register dan MMU ( Memory Menegement Unit ).
C.  Penanganan Page Fault (Page Fault Handling)

1.      Perangkat keras melakukan trap ke kernel ,menyimpan program counter di stack
2.      Satu rutin assembly dimulai untuk menyimpan register umum dan informasi lain yang dapat hilang
3.      Sistem operasi mengetahui telah terjadi pagefault dan coba menemukan virtual page yang diperlukan
4.      Begitu alamat maya yang menyebabkan fault diketahui,sistem operasi memeriksa apakah alamat valid dan konsisten terhadap proteksi
5.      Jika page frame telah dimodifikasi page dijadwalkan untuk tranfer kedisk dan terjadi context switch.menunda proses faut dan memebiarkan atau menyilahkan proses lain berjalan sampai tranfer disk selesai.
6.      Begitu page frame bersih,sistem operasi melihat alamat disk dimana page diperlika dan dijadwalkan operasi disk untuk membawanya sebagai frame yang disediakan.
7.      Ketika intrupsi disk mengindikasi page telah tiba ,tabel pae diperbarui untuk merefleksikan posisinya dan frame ditandai sebagai dalam keadaan normal
8.      Intruksi fault di-backup ke keadaan ketika dimulai dan program couter direset untuk menunjukan ke intruksi itu
9.      Proses fault dijadwalkan dan sistem operasi mengembalikan kerutin bahasa assembly yang memanggilnya
10.  Rutin ini menyimpan register dan informasi yang dapat hilang lainya,serta mengembalikan keruang pemakai untuk melanjutkan eksekusi seperti bila tak terjadi fault
D.MASALAH YANG TERJADI PADA PAGING
a. Masalah Utama Sistem Paging
1)      Working Set Model
  • Prinsip Lokalitas
Prinsip Lokalitas adalah proses-proses cenderung mengacu penyimpan secara tak seragam, mempunyai pola-pola sangat setempat.
  • Working set of Program Behavior
Himpunan kerja secara informal didefinisikan sebagai kumpulan page proses yang secara aktif diacu. Denning menyatakan bahwa agar suatu program berjalan secara efisien, himpunan kerja harus dijaga berada di memori utama. Selain itu akan terjadi aktivitas page fault yang berlebihan. Peristiwa page fault yang sangat berlebihan disebut trashing, yaitu setelah hanay beberapa intruksi terjadi page fault.
 Prinsip yang digunakan oleh Working Set Model ini adalah dengan melacak dan menjamin himpunan kerja terdapat di memori sebelum proses dijalankan. Cara ini mengurangi terjadinya page fault.
 Masalah Implementasi Sistem Paging
a)      Back-up Intruksi
Bila trejadi page fault berarti sebgaian intruksi telah dijalankan. Pengkopina program counter dan informasi register-register pemroses harus dilakukan. Setelah pergantian page selesai maka intruksi yang menyebabkan page fault dapat dijalankan kembali dengan konteksnya.
Masalah yang harus diatasi adalah untuk mengulangi intruksi, sistem harus menetukan byte pertama intruksi.
b)      Buffer Pernagkat Maaukan / Keluaran (Penguncian Page)
Pergantian page akan menimbulkan masalah mengacaukan proses yang melakukan operasi masukan / keluaran jika :
  • Buffer perangkat masukan / keluaran ikut tergusur
  • Adanya buffer satu perangkat masukan / keluaran menjaid rangkap.
c)      Pemakaian Page Bersama
Apabila beberapa pemakai menggunakan program yang sama maka terjadi perngakapan page (page yang sam aterdapat di banyak bagian di memori). Lebih efisien menggunakan page secara bersama, menghindari keharusan mempunyai copyan-copyan page yang sama di saat yang sama.
d)      Backing Store
Masalah lain adalah menyangkut dimana diletakkan page yang keluar dari memori utama. Terdapat dua algoritma untuk mengatasi hal ini, yaitu :
  • Menggunakan ruang ganti khusus
  • Dialokasikan berdasarkan kebutuhan
e)      Paging Daemon
Paging bekerja bagus saat terdapat banyak page frame bebas yang dapat diklaim begitu page fault terjadi. Jika setiap page frame penuh dan telah dimodifikasi, sebelum page baru dimasukkan, pag eharus ditulis terlebih dahulu ke disk.
Untuk menjamin pasokan (supply) page frame yang banyak, sistem paging biasanya mempunyai proses background, disebut Paging Daemon.
  1. PENGGANTIAN PAGE
Saat terjaid page fault berarti harus diputuskan page frame di memori fisik yang harus diganti. Kinerja sistem akan baik jika page yang diganti dipilih yang tidak akan digunakan di masa datang. Jika page yang diganti akan kembali digunakan, maka page akan dikembalikan secepatnya yang berarti terjadi page fault berulang kali. Banyaknya page fault menghasilkan banayk overhead.
Algoritma penggantian page antara lain :
1)      Algoritma penggantian page acak
2)      Algoritma penggantian page optimal
3)      Algoritma penggantian page NRU
4)      Algoritma penggantian page FIFO
5)      Algoritma penggantian page modifikasi dari algoritma FIFO
6)      Algoritma penggantian page LRU
 Tanggal:20 juni 2013
Nama:Ndaru Mardi P (11.1.00042)
Buku : Bambang Harianto,"sistem Operasi"
IMPLEMENTASI SISTEM PAGING
Setiap sistem operasi mempunyai metode sendiri untuk menyimpan tabel page.  Beberapa sistem operasi mengalokasikan sebuah tabel page untuk setiap proses.  Pointer ke tabel page disimpan dengan nilai register lainnya dari PCB.   Pada dasarnya terdapat 3 metode yang berbeda untuk implementasi tabel page :

1.      Tabel  page diimplementasikan sebagai kumpulan dari “dedicated” register.  Register berupa rangkaian logika berkecepatan sangat tinggi untuk efisiensi translasi alamat paging.  Contoh : DEC PDP-11.  Alamat terdiri dari 16 bit dan ukuran page 8K.  Sehingga tabel  page berisi 8 entri yang disimpan pada register.  Penggunaan register memenuhi jika tabel page kecil (tidak lebih dari 256 entry).

2.      Tabel page disimpan pada main memori dan menggunakan page table base registe” (PTBR) untuk menunjuk ke tabel  page yang disimpan di main memori.  Penggunakan memori untuk mengimplementasikan tabel page akan memungkinkan tabel  page sangat besar (sekitar 1 juta entry).  Perubahan tabel  page hanya mengubah PTBR dan menurunkan waktu  context-switch.  Akan tetapi penggunaan metode ini memperlambat akses memori dengan faktor 2.  Hal ini dikarenakan untuk mengakses memori perlu dua langkah : pertama untuk lokasi tabel page dan kedua untuk lokasi alamat fisik yang diperlukan.

3.      Menggunakan perangkat keras  cache yang khusus, kecil dan cepat yang disebut associative register atau  translation look-aside buffers (TLBs).   Merupakan solusi standar untuk permasalahan penggunaan memori untuk implementasi tabel  page.  Sekumpulan  associative register berupa memori kecepatan tinggi.  Setiap register terdiri dari 2 bagian yaitu key dan value.  Jika associative register memberikan item, akan dibandingkan dengan semua key secara simultan.  Jika item ditemukan nilai yang berhubungan diberikan.  Model ini menawarkan pencarian cepat tetapi perangkat keras masih mahal.  Jumlah entry pada TLB bervariasi antara 8 s/d 2048.

          Kelebihan segmentasi dengan pemberian halaman
Sesuai dengan definisinya yang merupakan gabungan dari segmentasi dan paging, maka metode ini memiliki keunggulan yang dimiliki baik oleh metode segmentasi mau pun yang dimiliki oleh paging. Tetapi selain itu segmentasi dengan pemberian halaman ini juga memiliki beberapa kelebihan yang tidak dimiliki oleh kedua metode tersebut. Kelebihan-kelebihan segmentasi dengan pemberian halaman antara lain:
  • Dapat dibagi.
  • Proteksi.
  • Tidak ada fragmentasi luar.
  • Alokasi yang cepat.
  • Banyak variasinya.
  • Biaya kinerja yang kecil.
Ada beberapa perbedaan antara Segmentasi dan Paging diantaranya adalah:
  1. Segmentasi melibatkan programer (programer perlu tahu teknik yang digunakan), sedangkan dengan paging, programer tidak perlu tahu teknik yang digunakan.
  2. Pada segmentasi kompilasi dilakukan secara terpisah sedangkan pada paging, kompilasinya tidak terpisah.
  3. Pada segmentasi proteksinya terpisah sedangkan pada paging proteksinya tidak terpisah.
  4. Pada segmentasi ada shared code sedangkan pada paging tidak ada shared code.
  5. Pada segmentasi terdapat banyak ruang alamat linier sedangkan pada paging hanya terdapat satu ruang alamat linier.
  6. Pada segmentasi prosedur dan data dapat dibedakan dan diproteksi terpisah sedangkan pada paging prosedur dan data tidak dapat dibedakan dan diproteksi terpisah.
  7. Pada segmentasi pengubahan ukuran tabel dapat dilakukan dengan mudah sedangkan pada Paging pengubahan ukuran tabel tidak dapat dilakukan dengan mudah.
  8. Segmentasi digunakan untuk mengizinkan program dan data dapat dipecahkan jadi ruang alamat mandiri dan juga untuk mendukung sharing dan proteksi sedangkan paging digunakan untuk mendapatkan ruang alamat linier yang besar tanpa perlu membeli memori fisik lebih.
 Tanggal:20 juni 2013
Nama : Ryan Asnan S (11.1.00048)
Segmentasi
Segmentasi merupakan skema manajemen memori yang mendukung cara pandang seorang programmer terhadap memori. Ruang alamat logika merupakan sekumpulan dari segmen-segmen.Masing-masing segment mempunyai panjang dan nama. Alamat diartikan sebagai nama segmen dan offset dalam suatu segmen. Jadi jika seorang pengguna ingin menunjuk sebuah alamat dapat dilakukan dengan menunjuk nama segmen dan offsetnya. Untuk lebih menyederhanakan
implementasi, segmen-segmen diberi nomor yang digunakan sebagai pengganti nama segment.
Sehingga, alamat logika terdiri dari dua tupple: [segment-number, offset]. 

Segmentasi Perangkat Keras
Meskipun seorang pengguna dapat memandang suatu objek dalam suatu program sebagai alamat berdimensi dua, memori fisik yang sebenarnya tentu saja masih satu dimensi barisan byte. Jadi kita harus bisa mendefinisikan pemetaan dari dua dimensi alamat yang didefinisikan oleh pengguna ke satu dimensi alamat fisik. Pemetaan ini disebut sebagai sebuah segment table. Masing-masing masukan dari mempunyai segment base dan segment limit. Segment base merupakan alamat fisik dan segmen limit diartikan sebagai panjang dari segmen.

Memory Virtual
Beberapa sistem operasi memerlukan yang namanya virtual memory. Layaknya Linux yang membutuhkan swap, microsoft windows vista ataupun XP pun membutuhkan yang namanya virtual memory. Pengertian dari Virtual memory itu sendiri yakni memori sementara yang digunakan komputer untuk menjalankan berbagai program aplikasi ataupun menyimpan data yang membutuhkan memory yang lebih besar dari memory yang telah tersedia ( Memory fisik seperti RAM, baca disini untuk lebih lengkap ). Program ataupun data yang tidak muat dimasukan pada memory asli ( RAM ), akan disimpan ke dalam sebuah Pagging File.

 Pengertian Pagging file
ialah data yang hanya disimpan sementara atau bisa disebut swap. Pada sistem operasi linux kita diharuskan untuk membuat dua partisi utama yaitu untuk system dan untuk swap. Virtual Memory ini Berbeda halnya dengan Memory fisik seperti RAM, karena ram merupakan komponen yang termasuk kedalam golongan hardware. Walapun dalam kenyatannya Virtual Memory ini disimpan di harddisk, tetapi kerjannya itu tidak tampak, artinya berjalan secara software namun disimpan dihardware. Data yang disimpan ini tidak dapat bertahan lama, dalam artian hanya saat di gunakan saja. Dan bila komputer dimatikan, data data yang tadinya ada di virtual memory akan hilang. Jadi

 Fungsi Virtual Memory
ialah untuk mengoptimalkan kinerja dari komputer, dengan tambahan memory, maka kemungkinan terjadi crash sangat kecil sekali. Ukuran dari paging file biasanya berbeda - beda, kalau

 ukuran paging file linux
ialah 2 kali lipat dari memory aslinya. Misalkan kita memakai memory berkapasitas 512 MB, maka ukuran paging filenya yaitu 1 GB. Walaupun tidak harus 2 GB, tapi untuk memaksimalkan kinerja maka sebaiknya 2 kali lipatnya. Dan untuk 

Ukuran Paging file Di windows XP dan Vista 
Yaitu 1,5 kali dari kapasitas aslinya. Misalkan kita menggunakan memory sebesar 1 GB, maka paging filenya sebesar 1,5 GB. Dalam Xp maupun Vista paging file ini dinamai dengan pagefile.sys bila anda ingin mencarinya, pasti tidak akan ketemu, karena file ini disembunyikan atau hidden files. 

    Kebijaksanaan penggantian lokal vs global
Teradapat dua pendekatan untuk mengganti page, yaitu :
  • Penggantian lokal adalah page yang dipilih untuk diganti hanya pada partisi dimana proses diletakkan.
  • Penggantian global adalah page yang dipilih untuk diganti adalah tempat kosong dengan tidak memperdulikan partisi proses.
3)      Frekuensi page fault
Frekuensi terjadinya page fault dapat dikendalikan dengan algoritma PFF (Pafe Fault Frequency Algorithm).
4)      Ukuran page
Ukuran page ditentukan perancang sistem operasi. Ukuran page harus ditentukan agar sistem berperilaku opimal. Penentuan ukuran page memerlukan penilaian dan pemahaman mendalam perangkat keras, perangkat lunak dan aplikasi sistem.
 Tanggal:20 juni 2013

Nama : lingga ian pratama ( 10.1.00015 )




Segmentasi Dengan Pemberian Halaman

Pengertian

Metode segmentasi dan paging yang telah dijelaskan pada sub bab sebelumnya masing-masing memiliki keuntungan dan kerugian. Selain kedua metode itu ada metode pengaturan memori lain yang berusaha menggabungkan metode segmentasi dan paging. Metode ini disebut dengan segmentation with paging. Dengan metode ini jika ukuran segmen melebihi ukuran memori utama maka segmen tersebut dibagi-bagi jadi ukuran-ukuran halaman yang sama ==> paging.

Kelebihan Segmentasi dengan Pemberian Halaman

Sesuai dengan definisinya yang merupakan gabungan dari segmentasi dan paging, maka metode ini memiliki keunggulan yang dimiliki baik oleh metode segmentasi mau pun yang dimiliki oleh paging. Tetapi selain itu segmentasi dengan pemberian halaman ini juga memiliki beberapa kelebihan yang tidak dimiliki oleh kedua metode tersebut. Kelebihan-kelebihan segmentasi dengan pemberian halaman antara lain:
·         Dapat dibagi.
·         Proteksi.
·         Tidak ada fragmentasi luar.
·         Alokasi yang cepat.
·         Banyak variasinya.
·         Biaya kinerja yang kecil.

Pengimplementasian Segmentasi dengan Pemberian Halaman Intel i386

Salah satu contoh prosesor yang menggunakan metode segmentasi dengan pemberian halaman ini diantaranya adalah Intel i386. Jumlah maksimum segmen tiap proses adalah 16 K dan besar tiap segmen adalah 4 GB. Dan ukuran halamannya adalah 4 KB.

Logical Address

Ruang logical address dari suatu proses terbagi menjadi dua partisi yaitu:
1.      Partisi I
o    Terdiri dari segmen berjumlah 8 K yang sifatnya pribadi atau rahasia terhadap proses tersebut.
o    Informasi tentang partisi ini disimpan didalam Local Descriptor Table.
2.      Partisi II
o    Terdiri dari 8 K segmen yang digunakan bersama diantara proses-proses tersebut.
o    Informasi tentang partisi ini disimpan didalam Global Descriptor Table.
Tiap masukan atau entri pada Local Descriptor Table dan Global Descriptor Table terdiri dari 8 bita dengan informasi yang detil tentang segmen khusus termasuk lokasi dasar dan panjang segmen tersebut.
Logical address merupakan sepasang:
1.      Selektor
Terdiri dari angka 16 bit:
    Dimana  s = jumlah segmen (13 bit)
        g = mengindikasikan apakah segmen ada di 
               Global Descriptor Table
               atau Local Descriptor Table
               (1 bit)
               p=  proteksi(2 bit)
 
                            s                  g        p            
                            13                 1        2           
    
2.      Offset
Terdiri dari angka 32 bit yang menspesifikasikan lokasi suatu kata atau bita di dalam segmen tersebut.
Mesin memiliki 6 register segmen yang membiarkan 6 segmen dialamatkan pada suatu waktu oleh sebuah proses. Mesin meiliki register program mikro 8 bita untuk menampung descriptor yang bersesuaian baik dari Global Descriptor Table atau Local Descriptor Table. Cache ini membiarkan 386 menghindari membaca descriptor dari memori untuk tiap perujukan memori.

Alamat Fisik

Alamat fisik 386 panjangnya adalah 32 bit. Mula-mula register segmen menunjuk ke masukan atau entri di Global Descriptor Table atau Local Descriptor Table. Kemudian informasi dasar dan limit tentang segmen tersebut digunakan untuk mengeneralisasikan alamat linier. Limit itu digunakan untuk mengecek keabsahan alamat. Jika alamat tidak sah maka akan terjadi memori fault yang menyebabkan terjadinya trap pada sistem operasi. Sedangkan apabila alamat itu sah maka nilai dari offset ditambahkan kenilai dasar yang menghasilkan alamat linier 32 bit. Alamat inilah yang kemudian diterjemahkan ke alamat fisik.
Seperti dikemukakan sebelumnya tiap segmen dialamatkan dan tiap halaman 4 KB. Sebuah tabel halaman mungkin terdiri sampai satu juta masukan atau entri. Karena tiap entri terdiri dari 4 byte, tiap proses mungkin membutuhkan sampai 4 MB ruang alamat fisik untuk halaman tabel sendiri. Sudah jelas kalau kita tidak menginginkan untuk mengalokasi tabel halaman bersebelahan di memori utama. Solusi yang dipakai 386 adalah dengan menggunakan skema paging dua tingkat (two-level paging scheme). Alamat linier dibagi menjadi nomer halaman yang terdiri dari 20 bit dan offset halaman terdiri dari 12 bit. Karena kita page tabel halaman dibagi jadi 10 bit penunjuk halaman direktori dan 10 bit penunjuk tabel halaman sehingga logical address menjadi:
    nomor   halaman   
    offset halaman             
          p1      p2                       d 
      10      10                       12                                    

 Tanggal:20 juni 2013
Nama : chindy warnanda l ( 11.1.00032 )


Partisi
Bahasan pertama adalah review sekilas tentang partisi. Hard disk untuk bisa diisi sistem operasi, membutuhkan satu wadah, yang dinamakan partisi. Jika Anda terbiasa menggunakan Microsoft, partisi disimbolkan dengan Drive. Misal, Drive C: (partisi pertama) Drive D: (partisi kedua) dan seterusnya. Dengan membagi hard disk ke dalam beberapa partisi Anda dapat menjalankan berbagai sistem operasi secara bersamaan. Misalnya Linux – Windows 98 – Windows NT.
Partisi dikategorikan dalam tiga jenis. Primary, Extended dan Logical Partition. Partisi utama, disebut primary, dalam satu hard disk maksimal hanya 4 partisi. Jika Anda ingin lebih dari 4 partisi, maka perlu dibuat extended partition yang bisa memuat logical partition dengan jumlah lebih banyak. Jadi data hanya terletak di partisi primary atau logical, sedangkan extended hanya merupakan wadah dari partisi logical. Contoh pengaturan hard disk dan nama yang biasa dipergunakan di Linux.

Segmentasi
Konsep segmentasi adalah user atau programmer tidak memikirkan sejumlah rutin program yang dipetakan ke main memori sebagai array linier dalam byte tetapi memori dilihat sebagai kumpulan segmen dengan ukuran berbeda-beda, tidak perlu berurutan diantara segment tersebut.
Segmentasi adalah skema manajemen memori yang memungkinkan user untuk melihat memori tersebut. Ruang alamat logika adalah kumpulan segmen. Setiap segmen mempunyai nama dan panjang. Spesifikasi alamat berupa nama segmen dan offset. Segment diberi nomor dan disebut dengan nomor segmen (bukan nama segmen) atau segment number. Segmen dibentuk secara otomatis oleh compiler.
Sebuah program adalah kumpulan segmen. Suatu segmen adalah unit logika seperti program utama, prosedur, fungsi, metode, obyek, variabel lokal, variabel global, blok umum, stack, tabel simbol, array dan lain-lain.
Manajemen Memori merupakan salah satu bagian terpenting dalam sistem operasi. Memori perlu dikelola sebaik-baiknya agar :
  1.  
    1. Utilitas CPU meningkat.
    2. Data dan instruksi dapat diakses dengan cepat oleh CPU.
    3. Tercapai efisiensi dalam pemakaian memori yang terbatas.
    4. Transfer data dari/ke memori utama ke/dari CPU dapat lebih efisien.
Keuntungan lain dari segmentasi adalah menyangkut masalah pembagian penggunaan kode atau data. Setiap proses mempunyai tabel segmennya sendiri, dimana ini akan digunakan oleh dispatcher untuk menentukan tabel segmen dari perangkat keras yang mana akan digunakan ketika proses yang bersangkutan di eksekusi oleh CPU. Segmen akan berbagi ketika anggota dari elemen tabel segmen yang berasal dari dua proses yang berbeda menunjuk ke lokasi fisik yang sama. Pembagian tersebut terjadi pada level segmen, maka, informasi apa pun dapat dibagi jika didefinisikan pada level segmen. Bahkan beberapa segmen pun dapat berbagi, sehingga sebuah program yang terdiri dari beberapa segmen pun dapat saling berbagi pakai.

Paging
Membagi memory ke dalam chunks (bagian-bagian) kecil berukuran tetap dan sama, dan membagi setiap proses ke dalam chunk berukuran sama tersebut
Chunks dari suatu proses dinamakan pages Demand Paging atau permintaan pemberian halaman adalah salah satu implementasi dari memori virtual yang paling umum digunakan. Sistem Demand Paging pada prinsipnya hampir sama dengan sistem permintaan halaman yang menggunakan swapping, hanya saja pada sistem demand paging, halaman tidak akan dibawa ke dalam memori fisik sampai ia benar-benar diperlukan. Oleh sebab itu dibutuhkan bantuan perangkat keras untuk mengetahui lokasi dari halaman saat ia diperlukan. Daripada melakukan swapping, keseluruhan proses ke dalam memori utama, digunakanlah yang disebut lazy swapper yaitu tidak pernah menukar sebuah halaman ke dalam memori utama kecuali halaman tersebut diperlukan.
Paging merupakan kemungkinan solusi untuk permasalahan fragmentasi eksternal dimana ruang alamat logika tidak berurutan; mengijinkan sebuah proses dialokasikan pada memori fisik yang terakhir tersedia. Memori fisik dibagi ke dalam blok-blok ukuran tetap yang disebut frame. Memori logika juga dibagi ke dalam blokblok dg ukuran yang sama yang disebut page. Semua daftar frame yang bebas disimpan. Untuk menjalankan program dengan ukuran n page, perlu menemukan n frame bebas dan meletakkan program pada frame tersebut. Tabel page (page table) digunakan untuk menterjemahkan alamat logika ke alamat fisik.
Setiap alamat dibangkitkan oleh CPU dengan membagi ke dalam 2 bagian yaitu :
  • Page number (p) digunakan sebagai indeks ke dalam table page (page table). Page table berisi alamat basis dari setiap page pada memori fisik.
  • Page offset (d) mengkombinasikan alamat basis dengan page offset untuk mendefinisikan alamat memori fisik yang dikirim ke unit memori
Tapi Kerugian utama dari paging adalah terdapat perbedaan antara pandangan user mengenai memori dan memori fisik aktual.
 Tanggal:20 juni 2013
Nama : Damarika ( 11.1.00006)