Nama Kelompok
Ketua :Ndaru mardi p
(11.1.00042)
Ryan Asnan S (11.1.00043)
Lingga
Ian Pratama (10.1.00015)
chindy Warnanda l
(11.1.00032)
Damarika (11.1.00006)
MANAJEMEN INFORMATIKA
SISTEM PAGING
- DEFINISI SISTEM PAGING
Sistem Paging Adalah sistem
manajemen pada sistem operasi dalam mengatur program yang sedang berjalan.
Program yang dijalankan harus dimuat di emeori utama. Masalah muncul ketika
program lebih besar dibanding di memori utama yang tersedia. Terdapat dua
solusi masalah ini,yaitu :
2. Overlay
Overlay adalah program dipecah
menjadi bagian-bagian yang dapat dimuat di memori. Overlay yang belum
diperlukan (tidak sedang dieksekusi) disimpan di disk, overlay ini dimuatkan ke
memori begitu diperlukan (kode overlay akan dieksekusi).
3. Memori Maya
(Virtual Memory)
Memori maya adalah kemampuan
mengalamati ruang memori melebihi memori utama yang tersedia. Memori maya dapat
dilakukan pada sistem multiprogramming.
A.HAL-HAL YANG BERKAITAN DENGAN SISTEM PAGING
Istilah-istilah pada Sistem Paging :
- Alamat Maya (Virtula Address)
Adalah alamat yang dihasilkan perhitungan menggunakan
index register, base register,segment regoster dan sebagainya.
2. Alamat nyata
(real Address)
Alamat maya adalah alamat utama di memori fisik.
3. Page
Page adalah unnit terkecil virtula address space.
4. Page frame
Page frame adalah unit terkecil
memori fiisk. Memori fisik secara konseptual dibagi menjadi sejumlah unit
berukuran tetap disebut page frame. Page frame sering juga disingkat frame.
5. Page fault
Page fault adalah exception untuk permintaan alokasi
page ke memori. Dalam konteks memori maya, page fault sering juga disingkat
fault.
B.MMU (Memory Management Unit)
MMU berfungsi :
- Pemetaan memori maya ke memori fisik
- Bila alamat memori yang diminta tidak tersedia di memori fisik, MMU menerbitkan exception adanya page fault yang melewatkan ke sistem operasi untuk menanganinya.
Untuk menginplementasikan addres maya yang besar ke
dalam memori yang kecil diperlukan index register, base register, segment
register dan MMU ( Memory Menegement Unit ).
C. Penanganan Page Fault (Page Fault Handling)
1. Perangkat
keras melakukan trap ke kernel ,menyimpan program counter di stack
2. Satu rutin
assembly dimulai untuk menyimpan register umum dan informasi lain yang dapat
hilang
3. Sistem
operasi mengetahui telah terjadi pagefault dan coba menemukan virtual page yang
diperlukan
4. Begitu
alamat maya yang menyebabkan fault diketahui,sistem operasi memeriksa apakah
alamat valid dan konsisten terhadap proteksi
5. Jika page
frame telah dimodifikasi page dijadwalkan untuk tranfer kedisk dan terjadi
context switch.menunda proses faut dan memebiarkan atau menyilahkan proses lain
berjalan sampai tranfer disk selesai.
6. Begitu page
frame bersih,sistem operasi melihat alamat disk dimana page diperlika dan
dijadwalkan operasi disk untuk membawanya sebagai frame yang disediakan.
7. Ketika
intrupsi disk mengindikasi page telah tiba ,tabel pae diperbarui untuk
merefleksikan posisinya dan frame ditandai sebagai dalam keadaan normal
8. Intruksi
fault di-backup ke keadaan ketika dimulai dan program couter direset untuk
menunjukan ke intruksi itu
9. Proses fault
dijadwalkan dan sistem operasi mengembalikan kerutin bahasa assembly yang
memanggilnya
10. Rutin ini
menyimpan register dan informasi yang dapat hilang lainya,serta mengembalikan
keruang pemakai untuk melanjutkan eksekusi seperti bila tak terjadi fault
D.MASALAH YANG TERJADI PADA PAGING
a. Masalah Utama Sistem Paging
1) Working Set Model
- Prinsip Lokalitas
Prinsip Lokalitas adalah proses-proses cenderung
mengacu penyimpan secara tak seragam, mempunyai pola-pola sangat setempat.
- Working set of Program Behavior
Himpunan kerja secara informal
didefinisikan sebagai kumpulan page proses yang secara aktif diacu. Denning
menyatakan bahwa agar suatu program berjalan secara efisien, himpunan kerja
harus dijaga berada di memori utama. Selain itu akan terjadi aktivitas page
fault yang berlebihan. Peristiwa page fault yang sangat berlebihan disebut
trashing, yaitu setelah hanay beberapa intruksi terjadi page fault.
Prinsip yang digunakan oleh Working Set Model
ini adalah dengan melacak dan menjamin himpunan kerja terdapat di memori
sebelum proses dijalankan. Cara ini mengurangi terjadinya page fault.
Masalah
Implementasi Sistem Paging
a) Back-up Intruksi
Bila trejadi page fault berarti
sebgaian intruksi telah dijalankan. Pengkopina program counter dan informasi
register-register pemroses harus dilakukan. Setelah pergantian page selesai
maka intruksi yang menyebabkan page fault dapat dijalankan kembali dengan
konteksnya.
Masalah yang harus diatasi adalah untuk mengulangi
intruksi, sistem harus menetukan byte pertama intruksi.
b) Buffer Pernagkat
Maaukan / Keluaran (Penguncian Page)
Pergantian page akan menimbulkan
masalah mengacaukan proses yang melakukan operasi masukan / keluaran jika :
- Buffer perangkat masukan / keluaran ikut tergusur
- Adanya buffer satu perangkat masukan / keluaran menjaid rangkap.
c) Pemakaian Page
Bersama
Apabila beberapa pemakai menggunakan
program yang sama maka terjadi perngakapan page (page yang sam aterdapat di
banyak bagian di memori). Lebih efisien menggunakan page secara bersama,
menghindari keharusan mempunyai copyan-copyan page yang sama di saat yang sama.
d) Backing Store
Masalah lain adalah menyangkut
dimana diletakkan page yang keluar dari memori utama. Terdapat dua algoritma
untuk mengatasi hal ini, yaitu :
- Menggunakan ruang ganti khusus
- Dialokasikan berdasarkan kebutuhan
e) Paging Daemon
Paging bekerja bagus saat terdapat banyak page frame
bebas yang dapat diklaim begitu page fault terjadi. Jika setiap page frame
penuh dan telah dimodifikasi, sebelum page baru dimasukkan, pag eharus ditulis
terlebih dahulu ke disk.
Untuk menjamin pasokan (supply) page frame yang
banyak, sistem paging biasanya mempunyai proses background, disebut Paging
Daemon.
- PENGGANTIAN PAGE
Saat terjaid page fault berarti harus diputuskan page
frame di memori fisik yang harus diganti. Kinerja sistem akan baik jika page
yang diganti dipilih yang tidak akan digunakan di masa datang. Jika page yang
diganti akan kembali digunakan, maka page akan dikembalikan secepatnya yang
berarti terjadi page fault berulang kali. Banyaknya page fault menghasilkan
banayk overhead.
Algoritma penggantian page antara lain :
1) Algoritma penggantian
page acak
2) Algoritma penggantian
page optimal
3) Algoritma penggantian
page NRU
4) Algoritma penggantian
page FIFO
5) Algoritma penggantian
page modifikasi dari algoritma FIFO
6) Algoritma penggantian
page LRU
Tanggal:20 juni 2013
Nama:Ndaru Mardi P (11.1.00042)
Buku : Bambang Harianto,"sistem Operasi"
IMPLEMENTASI SISTEM
PAGING
Setiap
sistem operasi mempunyai metode sendiri untuk menyimpan tabel page.
Beberapa sistem operasi mengalokasikan sebuah tabel page untuk setiap
proses. Pointer ke tabel page disimpan dengan nilai register lainnya dari
PCB. Pada dasarnya terdapat 3 metode yang berbeda untuk
implementasi tabel page :
1.
Tabel page diimplementasikan sebagai kumpulan dari “dedicated”
register. Register berupa rangkaian logika berkecepatan sangat tinggi
untuk efisiensi translasi alamat paging. Contoh : DEC PDP-11.
Alamat terdiri dari 16 bit dan ukuran page 8K. Sehingga tabel page
berisi 8 entri yang disimpan pada register. Penggunaan register memenuhi
jika tabel page kecil (tidak lebih dari 256 entry).
2.
Tabel page disimpan pada main memori dan menggunakan page table base registe”
(PTBR) untuk menunjuk ke tabel page yang disimpan di main memori.
Penggunakan memori untuk mengimplementasikan tabel page akan memungkinkan
tabel page sangat besar (sekitar 1 juta entry). Perubahan
tabel page hanya mengubah PTBR dan menurunkan waktu
context-switch. Akan tetapi penggunaan metode ini memperlambat akses
memori dengan faktor 2. Hal ini dikarenakan untuk mengakses memori perlu
dua langkah : pertama untuk lokasi tabel page dan kedua untuk lokasi alamat
fisik yang diperlukan.
3.
Menggunakan perangkat keras cache yang khusus, kecil dan cepat yang
disebut associative register atau translation look-aside buffers
(TLBs). Merupakan solusi standar untuk permasalahan penggunaan memori
untuk implementasi tabel page. Sekumpulan associative
register berupa memori kecepatan tinggi. Setiap register terdiri dari 2
bagian yaitu key dan value. Jika associative register memberikan item,
akan dibandingkan dengan semua key secara simultan. Jika item ditemukan nilai
yang berhubungan diberikan. Model ini menawarkan pencarian cepat tetapi
perangkat keras masih mahal. Jumlah entry pada TLB bervariasi antara 8
s/d 2048.
Kelebihan segmentasi dengan pemberian
halaman
Sesuai dengan
definisinya yang merupakan gabungan dari segmentasi dan paging,
maka metode ini memiliki keunggulan yang dimiliki baik oleh metode segmentasi
mau pun yang dimiliki oleh paging. Tetapi selain itu segmentasi
dengan pemberian halaman ini juga memiliki beberapa kelebihan yang tidak
dimiliki oleh kedua metode tersebut. Kelebihan-kelebihan segmentasi dengan
pemberian halaman antara lain:
- Dapat dibagi.
- Proteksi.
- Tidak ada fragmentasi luar.
- Alokasi yang cepat.
- Banyak variasinya.
- Biaya kinerja yang kecil.
Ada beberapa
perbedaan antara Segmentasi dan Paging diantaranya adalah:
- Segmentasi melibatkan programer (programer perlu tahu teknik yang digunakan), sedangkan dengan paging, programer tidak perlu tahu teknik yang digunakan.
- Pada segmentasi kompilasi dilakukan secara terpisah sedangkan pada paging, kompilasinya tidak terpisah.
- Pada segmentasi proteksinya terpisah sedangkan pada paging proteksinya tidak terpisah.
- Pada segmentasi ada shared code sedangkan pada paging tidak ada shared code.
- Pada segmentasi terdapat banyak ruang alamat linier sedangkan pada paging hanya terdapat satu ruang alamat linier.
- Pada segmentasi prosedur dan data dapat dibedakan dan diproteksi terpisah sedangkan pada paging prosedur dan data tidak dapat dibedakan dan diproteksi terpisah.
- Pada segmentasi pengubahan ukuran tabel dapat dilakukan dengan mudah sedangkan pada Paging pengubahan ukuran tabel tidak dapat dilakukan dengan mudah.
- Segmentasi digunakan untuk mengizinkan program dan data dapat dipecahkan jadi ruang alamat mandiri dan juga untuk mendukung sharing dan proteksi sedangkan paging digunakan untuk mendapatkan ruang alamat linier yang besar tanpa perlu membeli memori fisik lebih.
Tanggal:20 juni 2013
Nama : Ryan Asnan S (11.1.00048)
Segmentasi
Segmentasi merupakan skema manajemen memori yang
mendukung cara pandang seorang programmer terhadap memori. Ruang alamat logika
merupakan sekumpulan dari segmen-segmen.Masing-masing segment mempunyai panjang
dan nama. Alamat diartikan sebagai nama segmen dan offset dalam suatu segmen.
Jadi jika seorang pengguna ingin menunjuk sebuah alamat dapat dilakukan dengan
menunjuk nama segmen dan offsetnya. Untuk lebih menyederhanakan
implementasi, segmen-segmen diberi nomor yang digunakan sebagai pengganti
nama segment.
Sehingga, alamat logika terdiri dari dua tupple: [segment-number, offset].
Segmentasi Perangkat Keras
Meskipun seorang pengguna dapat memandang
suatu objek dalam suatu program sebagai alamat berdimensi dua, memori fisik
yang sebenarnya tentu saja masih satu dimensi barisan byte. Jadi kita harus
bisa mendefinisikan pemetaan dari dua dimensi alamat yang didefinisikan oleh
pengguna ke satu dimensi alamat fisik. Pemetaan ini disebut sebagai sebuah
segment table. Masing-masing masukan dari mempunyai segment base dan segment
limit. Segment base merupakan alamat fisik dan segmen limit diartikan sebagai
panjang dari segmen.
Memory Virtual
Beberapa sistem operasi
memerlukan yang namanya virtual memory. Layaknya Linux yang membutuhkan swap,
microsoft windows vista ataupun XP pun membutuhkan yang namanya virtual memory.
Pengertian dari Virtual memory itu sendiri yakni memori sementara yang
digunakan komputer untuk menjalankan berbagai program aplikasi ataupun
menyimpan data yang membutuhkan memory yang lebih besar dari memory yang telah
tersedia ( Memory fisik seperti RAM, baca disini untuk lebih lengkap ). Program
ataupun data yang tidak muat dimasukan pada memory asli ( RAM ), akan disimpan
ke dalam sebuah Pagging File.
Pengertian Pagging file
ialah data yang hanya
disimpan sementara atau bisa disebut swap. Pada sistem operasi linux kita
diharuskan untuk membuat dua partisi utama yaitu untuk system dan untuk swap.
Virtual Memory ini Berbeda halnya dengan Memory fisik seperti RAM, karena ram
merupakan komponen yang termasuk kedalam golongan hardware. Walapun dalam
kenyatannya Virtual Memory ini disimpan di harddisk, tetapi kerjannya itu tidak
tampak, artinya berjalan secara software namun disimpan dihardware. Data yang
disimpan ini tidak dapat bertahan lama, dalam artian hanya saat di gunakan
saja. Dan bila komputer dimatikan, data data yang tadinya ada di virtual memory
akan hilang. Jadi
Fungsi Virtual Memory
ialah untuk
mengoptimalkan kinerja dari komputer, dengan tambahan memory, maka kemungkinan
terjadi crash sangat kecil sekali. Ukuran dari paging file biasanya berbeda -
beda, kalau
ukuran paging file linux
ialah 2 kali lipat dari
memory aslinya. Misalkan kita memakai memory berkapasitas 512 MB, maka ukuran
paging filenya yaitu 1 GB. Walaupun tidak harus 2 GB, tapi untuk memaksimalkan
kinerja maka sebaiknya 2 kali lipatnya. Dan untuk
Ukuran Paging file Di windows XP dan
Vista
Yaitu 1,5 kali dari
kapasitas aslinya. Misalkan kita menggunakan memory sebesar 1 GB, maka paging
filenya sebesar 1,5 GB. Dalam Xp maupun Vista paging file ini dinamai
dengan pagefile.sys bila anda ingin mencarinya, pasti tidak
akan ketemu, karena file ini disembunyikan atau hidden files.
Kebijaksanaan penggantian lokal vs global
Teradapat dua pendekatan untuk mengganti page, yaitu :
- Penggantian lokal adalah page yang dipilih untuk diganti hanya pada partisi dimana proses diletakkan.
- Penggantian global adalah page yang dipilih untuk diganti adalah tempat kosong dengan tidak memperdulikan partisi proses.
3) Frekuensi page fault
Frekuensi terjadinya page fault
dapat dikendalikan dengan algoritma PFF (Pafe Fault Frequency Algorithm).
4) Ukuran page
Ukuran page ditentukan perancang
sistem operasi. Ukuran page harus ditentukan agar sistem berperilaku opimal.
Penentuan ukuran page memerlukan penilaian dan pemahaman mendalam perangkat
keras, perangkat lunak dan aplikasi sistem.
Tanggal:20 juni 2013
Nama : lingga ian pratama ( 10.1.00015 )
Segmentasi Dengan Pemberian Halaman
Pengertian
Metode segmentasi dan paging yang telah dijelaskan pada sub bab
sebelumnya masing-masing memiliki keuntungan dan kerugian. Selain kedua metode
itu ada metode pengaturan memori lain yang berusaha menggabungkan metode
segmentasi dan paging. Metode ini disebut dengan segmentation with paging.
Dengan metode ini jika ukuran segmen melebihi ukuran memori utama maka segmen
tersebut dibagi-bagi jadi ukuran-ukuran halaman yang sama ==> paging.
Kelebihan Segmentasi dengan Pemberian Halaman
Sesuai dengan
definisinya yang merupakan gabungan dari segmentasi dan paging, maka
metode ini memiliki keunggulan yang dimiliki baik oleh metode segmentasi mau
pun yang dimiliki oleh paging. Tetapi selain itu segmentasi dengan
pemberian halaman ini juga memiliki beberapa kelebihan yang tidak dimiliki oleh
kedua metode tersebut. Kelebihan-kelebihan segmentasi dengan pemberian halaman
antara lain:
·
Dapat dibagi.
·
Proteksi.
·
Tidak ada fragmentasi luar.
·
Alokasi yang cepat.
·
Banyak variasinya.
·
Biaya kinerja yang kecil.
Pengimplementasian Segmentasi dengan Pemberian Halaman Intel i386
Salah satu contoh prosesor yang menggunakan metode segmentasi dengan
pemberian halaman ini diantaranya adalah Intel i386. Jumlah maksimum segmen
tiap proses adalah 16 K dan besar tiap segmen adalah 4 GB. Dan ukuran
halamannya adalah 4 KB.
Logical Address
Ruang
logical address dari suatu proses terbagi menjadi dua partisi yaitu:
1.
Partisi I
o
Terdiri dari segmen berjumlah 8 K
yang sifatnya pribadi atau rahasia terhadap proses tersebut.
o
Informasi tentang partisi ini
disimpan didalam Local Descriptor Table.
2.
Partisi II
o
Terdiri dari 8 K segmen yang
digunakan bersama diantara proses-proses tersebut.
o
Informasi tentang partisi ini
disimpan didalam Global Descriptor Table.
Tiap
masukan atau entri pada Local Descriptor Table dan Global Descriptor
Table terdiri dari 8 bita dengan informasi yang detil tentang segmen khusus
termasuk lokasi dasar dan panjang segmen tersebut.
Logical address merupakan sepasang:
1.
Selektor
Terdiri dari angka 16 bit:
Dimana s = jumlah segmen (13 bit)
g = mengindikasikan apakah segmen ada di
Global Descriptor Table
atau Local Descriptor Table
(1 bit)
p= proteksi(2 bit)
s g p
13 1 2
|
2.
Offset
Terdiri dari angka 32 bit yang menspesifikasikan lokasi suatu kata atau
bita di dalam segmen tersebut.
Mesin
memiliki 6 register segmen yang membiarkan 6 segmen dialamatkan pada suatu
waktu oleh sebuah proses. Mesin meiliki register program mikro 8 bita untuk
menampung descriptor yang bersesuaian baik dari Global Descriptor
Table atau Local Descriptor Table. Cache ini membiarkan 386
menghindari membaca descriptor dari memori untuk tiap perujukan memori.
Alamat Fisik
Alamat fisik 386 panjangnya adalah 32 bit. Mula-mula register segmen
menunjuk ke masukan atau entri di Global Descriptor Table atau Local
Descriptor Table. Kemudian informasi dasar dan limit tentang segmen
tersebut digunakan untuk mengeneralisasikan alamat linier. Limit itu digunakan
untuk mengecek keabsahan alamat. Jika alamat tidak sah maka akan terjadi memori
fault yang menyebabkan terjadinya trap pada sistem operasi. Sedangkan apabila
alamat itu sah maka nilai dari offset ditambahkan kenilai dasar yang
menghasilkan alamat linier 32 bit. Alamat inilah yang kemudian diterjemahkan ke
alamat fisik.
Seperti dikemukakan sebelumnya tiap segmen dialamatkan dan tiap halaman
4 KB. Sebuah tabel halaman mungkin terdiri sampai satu juta masukan atau entri.
Karena tiap entri terdiri dari 4 byte, tiap proses mungkin membutuhkan sampai 4
MB ruang alamat fisik untuk halaman tabel sendiri. Sudah jelas kalau kita tidak
menginginkan untuk mengalokasi tabel halaman bersebelahan di memori utama.
Solusi yang dipakai 386 adalah dengan menggunakan skema paging dua tingkat
(two-level paging scheme). Alamat linier dibagi menjadi nomer halaman yang
terdiri dari 20 bit dan offset halaman terdiri dari 12 bit. Karena kita page
tabel halaman dibagi jadi 10 bit penunjuk halaman direktori dan 10 bit penunjuk
tabel halaman sehingga logical address menjadi:
nomor halaman
offset halaman
p1 p2 d
10 10 12
|
Tanggal:20 juni 2013
Nama : chindy warnanda l ( 11.1.00032 )
Partisi
Bahasan pertama adalah review
sekilas tentang partisi. Hard disk untuk bisa diisi sistem operasi, membutuhkan
satu wadah, yang dinamakan partisi. Jika Anda terbiasa menggunakan Microsoft, partisi
disimbolkan dengan Drive. Misal, Drive C: (partisi pertama) Drive D: (partisi
kedua) dan seterusnya. Dengan membagi hard disk ke dalam beberapa partisi Anda
dapat menjalankan berbagai sistem operasi secara bersamaan. Misalnya Linux –
Windows 98 – Windows NT.
Partisi dikategorikan dalam tiga
jenis. Primary, Extended dan Logical Partition. Partisi utama, disebut primary,
dalam satu hard disk maksimal hanya 4 partisi. Jika Anda ingin lebih dari 4
partisi, maka perlu dibuat extended partition yang bisa memuat logical
partition dengan jumlah lebih banyak. Jadi data hanya terletak di partisi
primary atau logical, sedangkan extended hanya merupakan wadah dari partisi
logical. Contoh pengaturan hard disk dan nama yang biasa dipergunakan di Linux.
Segmentasi
Konsep segmentasi adalah user atau
programmer tidak memikirkan sejumlah rutin program yang dipetakan ke main
memori sebagai array linier dalam byte tetapi memori dilihat sebagai kumpulan
segmen dengan ukuran berbeda-beda, tidak perlu berurutan diantara segment
tersebut.
Segmentasi adalah skema manajemen
memori yang memungkinkan user untuk melihat memori tersebut. Ruang alamat
logika adalah kumpulan segmen. Setiap segmen mempunyai nama dan panjang.
Spesifikasi alamat berupa nama segmen dan offset. Segment diberi nomor dan
disebut dengan nomor segmen (bukan nama segmen) atau segment number.
Segmen dibentuk secara otomatis oleh compiler.
Sebuah program adalah kumpulan segmen. Suatu segmen
adalah unit logika seperti program utama, prosedur, fungsi, metode, obyek,
variabel lokal, variabel global, blok umum, stack, tabel simbol, array dan
lain-lain.
Manajemen Memori merupakan salah satu bagian
terpenting dalam sistem operasi. Memori perlu dikelola sebaik-baiknya agar :
- Utilitas CPU meningkat.
- Data dan instruksi dapat diakses dengan cepat oleh CPU.
- Tercapai efisiensi dalam pemakaian memori yang terbatas.
- Transfer data dari/ke memori utama ke/dari CPU dapat lebih efisien.
Keuntungan lain dari segmentasi
adalah menyangkut masalah pembagian penggunaan kode atau data. Setiap proses
mempunyai tabel segmennya sendiri, dimana ini akan digunakan oleh dispatcher
untuk menentukan tabel segmen dari perangkat keras yang mana akan digunakan
ketika proses yang bersangkutan di eksekusi oleh CPU. Segmen akan berbagi
ketika anggota dari elemen tabel segmen yang berasal dari dua proses yang
berbeda menunjuk ke lokasi fisik yang sama. Pembagian tersebut terjadi pada
level segmen, maka, informasi apa pun dapat dibagi jika didefinisikan pada
level segmen. Bahkan beberapa segmen pun dapat berbagi, sehingga sebuah program
yang terdiri dari beberapa segmen pun dapat saling berbagi pakai.
Paging
Membagi memory ke dalam chunks
(bagian-bagian) kecil berukuran tetap dan sama, dan membagi setiap proses ke
dalam chunk berukuran sama tersebut
Chunks dari suatu proses dinamakan pages Demand Paging atau permintaan pemberian halaman adalah salah satu implementasi dari memori virtual yang paling umum digunakan. Sistem Demand Paging pada prinsipnya hampir sama dengan sistem permintaan halaman yang menggunakan swapping, hanya saja pada sistem demand paging, halaman tidak akan dibawa ke dalam memori fisik sampai ia benar-benar diperlukan. Oleh sebab itu dibutuhkan bantuan perangkat keras untuk mengetahui lokasi dari halaman saat ia diperlukan. Daripada melakukan swapping, keseluruhan proses ke dalam memori utama, digunakanlah yang disebut lazy swapper yaitu tidak pernah menukar sebuah halaman ke dalam memori utama kecuali halaman tersebut diperlukan.
Chunks dari suatu proses dinamakan pages Demand Paging atau permintaan pemberian halaman adalah salah satu implementasi dari memori virtual yang paling umum digunakan. Sistem Demand Paging pada prinsipnya hampir sama dengan sistem permintaan halaman yang menggunakan swapping, hanya saja pada sistem demand paging, halaman tidak akan dibawa ke dalam memori fisik sampai ia benar-benar diperlukan. Oleh sebab itu dibutuhkan bantuan perangkat keras untuk mengetahui lokasi dari halaman saat ia diperlukan. Daripada melakukan swapping, keseluruhan proses ke dalam memori utama, digunakanlah yang disebut lazy swapper yaitu tidak pernah menukar sebuah halaman ke dalam memori utama kecuali halaman tersebut diperlukan.
Paging merupakan kemungkinan solusi
untuk permasalahan fragmentasi eksternal dimana ruang alamat logika tidak
berurutan; mengijinkan sebuah proses dialokasikan pada memori fisik yang
terakhir tersedia. Memori fisik dibagi ke dalam blok-blok ukuran tetap yang
disebut frame. Memori logika juga dibagi ke dalam blokblok dg ukuran
yang sama yang disebut page. Semua daftar frame yang bebas
disimpan. Untuk menjalankan program dengan ukuran n page, perlu
menemukan n frame bebas dan meletakkan program pada frame tersebut.
Tabel page (page table) digunakan untuk menterjemahkan alamat
logika ke alamat fisik.
Setiap alamat dibangkitkan oleh CPU dengan membagi ke
dalam 2 bagian yaitu :
- Page number (p) digunakan sebagai indeks ke dalam table page (page table). Page table berisi alamat basis dari setiap page pada memori fisik.
- Page offset (d) mengkombinasikan alamat basis dengan page offset untuk mendefinisikan alamat memori fisik yang dikirim ke unit memori
Tapi Kerugian utama dari paging adalah terdapat
perbedaan antara pandangan user mengenai memori dan memori fisik aktual.
Tanggal:20 juni 2013
Nama : Damarika ( 11.1.00006)